Sahabat Sejati
(Karya: Nur Erika
Mayasari)
Namaku
Karina, aku termasuk cewek yang cengeng ,pemalu ,dan sedikit manja. Ini yang
terkadang membuat teman-temanku mengejek aku. Tetapi aku tetap bersyukur karena
masih ada sahabat yang selalu ada buat
aku. Dia bernama Sandra ,berbeda dengan aku dia mempunyai watak yang
rajin, sedikit tomboy, dan dia sangat mandiri.
Namun
perbedaan dalam diri kita, justru tidak pernah menjadi masalah. Hal inilah yang
membuat pertemanan kita erat, disinilah kita benar-benar mempelajari akan arti
persahabatan. Persahabatan kita sejak kecil hingga besar begitu indah jika
dikenang. Bagaimana tidak, waktu kecil setiap kali diantara kita ada yang sakit
atau sedih , pasti diantara kita juga akan ikut merasakan kesakitan dan
kesedihan itu.
Kita
terpisah oleh waktu dan pilihan, Sandra memilih melanjutkan pendidikannya di
luar kota tempat dimana ayahnya bekerja. Sedangkan aku, melanjutkan pendidikan
di dekat rumah paman dan bibiku. Itu semua keinginan kedua orang tuaku , mereka
berharap aku bisa merubah sikapku agar tidak selalu bergantung kepada orang
lain.
Aku merasa sangat kehilangan sahabat baikku,
walaupun aku berada di dalam keramaian tetapi aku tetap merasakan kesepian
tanpa adanya seorang sahabat. Mulai saat itulah aku harus belajar hidup
mandiri. Hari-hari telah aku lewati tanpa adanya seoramg sahabat. Pertamanya
aku memang merasa ada yang kurang dalam hidupku, tapi lama-kelamaan aku sudah
terbiasa akan hal itu.
Semenjak
perpisahan itu, aku selalu berusaha menjalin komunikasi dengan Sandra , tetapi
tidak bisa. Setiap aku hubungi dia, nomornya selalu tidak aktif, Sandra menghilang
begitu saja bagai tertelan bumi. Pendidikan SMA 3 tahun sudah aku lewati, aku
berencana melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi jauh dari keluarga, seperti
kata mama “Karina, kamu harus hidup mandiri !” Maka dari itu, aku memilih
melanjutkan pendidikanku jauh dari keluarga supaya, aku lebih bisa hidup
mandiri.
Pertama
kali aku masuk kuliah dan menjadi seorang mahasiswa, aku merasa senang sekali
enggak terasa waktu berjalan begitu cepat. Saat aku berjalan menelusuri taman,
tiba-tiba aku mendengar ada seseorang yang memanggilku dari belakang, “Karina… Karina… tunggu aku !”
Kuhentikan langkah ku dan aku menoleh ke belakang. Aku terkejut itu semua
bagaikan mimpi , akhirnya aku bertemu sahabat yang selama ini aku cari. Aku
langsung memeluk Sandra , aku sangat terharu akan pertemuan ini .
“Kamu jahat, kemana saja kamu selama ini? Enggak ada kabar
sama sekali,” tanyaku sambil mengusap air mata
Sandra tertawa dan ia menjawab, “Ternyata kamu tidak berubah
ya? Cengeng.”
Sandra
menceritakan semua perjalanan hidupnya saat kita berpisah, begitu juga aku .
Aku senang sekali bisa bersatu kembali dengan sahabatku.
“Sandra,” panggilku.
“Iya, kenapa Rin,” jawab Sandra.
“Sekarangkan , kita sudah bersama lagi. Jadi, aku bolehkan
bergantung lagi sama kamu? Bosen hidup
mandiri.”
“Apa?” Sandra terkejut mendengar perkataanku, ia
langsung menatapku dengan heran.Cerita ini aku buat hanya untuk mengisi waktu luang ku saja, jadi jika temanya jelek saya mohon maaf. Lain kali saya insya Allah akan membuat cerita yang lebih menarik.
TERIMA KASIH SUDAH MENGUNJUNGI :)
semoga bermanfaat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar