Rabu, 28 Oktober 2015

Cerpen Tentang Persahabatan


Sahabat Sejati
(Karya: Nur Erika Mayasari)


             Namaku Karina, aku termasuk cewek yang cengeng ,pemalu ,dan sedikit manja. Ini yang terkadang membuat teman-temanku mengejek aku. Tetapi aku tetap bersyukur karena masih ada sahabat yang selalu ada buat  aku. Dia bernama Sandra ,berbeda dengan aku dia mempunyai watak yang rajin, sedikit tomboy, dan dia sangat mandiri.
            Namun perbedaan dalam diri kita, justru tidak pernah menjadi masalah. Hal inilah yang membuat pertemanan kita erat, disinilah kita benar-benar mempelajari akan arti persahabatan. Persahabatan kita sejak kecil hingga besar begitu indah jika dikenang. Bagaimana tidak, waktu kecil setiap kali diantara kita ada yang sakit atau sedih , pasti diantara kita juga akan ikut merasakan kesakitan dan kesedihan itu.
            Kita terpisah oleh waktu dan pilihan, Sandra memilih melanjutkan pendidikannya di luar kota tempat dimana ayahnya bekerja. Sedangkan aku, melanjutkan pendidikan di dekat rumah paman dan bibiku. Itu semua keinginan kedua orang tuaku , mereka berharap aku bisa merubah sikapku agar tidak selalu bergantung kepada orang lain.
              Aku merasa sangat kehilangan sahabat baikku, walaupun aku berada di dalam keramaian tetapi aku tetap merasakan kesepian tanpa adanya seorang sahabat. Mulai saat itulah aku harus belajar hidup mandiri. Hari-hari telah aku lewati tanpa adanya seoramg sahabat. Pertamanya aku memang merasa ada yang kurang dalam hidupku, tapi lama-kelamaan aku sudah terbiasa akan hal itu.
              Semenjak perpisahan itu, aku selalu berusaha menjalin komunikasi dengan Sandra , tetapi tidak bisa. Setiap aku hubungi dia, nomornya selalu tidak aktif, Sandra menghilang begitu saja bagai tertelan bumi. Pendidikan SMA 3 tahun sudah aku lewati, aku berencana melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi jauh dari keluarga, seperti kata mama “Karina, kamu harus hidup mandiri !” Maka dari itu, aku memilih melanjutkan pendidikanku jauh dari keluarga supaya, aku lebih bisa hidup mandiri.
              Pertama kali aku masuk kuliah dan menjadi seorang mahasiswa, aku merasa senang sekali enggak terasa waktu berjalan begitu cepat. Saat aku berjalan menelusuri taman, tiba-tiba aku mendengar ada seseorang yang memanggilku dari  belakang, “Karina… Karina… tunggu aku !” Kuhentikan langkah ku dan aku menoleh ke belakang. Aku terkejut itu semua bagaikan mimpi , akhirnya aku bertemu sahabat yang selama ini aku cari. Aku langsung memeluk Sandra , aku sangat terharu akan pertemuan ini .
“Kamu jahat, kemana saja kamu selama ini? Enggak ada kabar sama sekali,” tanyaku sambil mengusap air mata
Sandra tertawa dan ia menjawab, “Ternyata kamu tidak berubah ya? Cengeng.”
              Sandra menceritakan semua perjalanan hidupnya saat kita berpisah, begitu juga aku . Aku senang sekali bisa bersatu kembali dengan sahabatku.
“Sandra,” panggilku.
“Iya, kenapa Rin,” jawab Sandra.
“Sekarangkan , kita sudah bersama lagi. Jadi, aku bolehkan bergantung  lagi sama kamu? Bosen hidup mandiri.”
“Apa?” Sandra terkejut mendengar perkataanku, ia langsung menatapku dengan heran.

Cerita ini aku buat hanya untuk mengisi waktu luang ku saja, jadi jika temanya jelek saya mohon maaf. Lain kali saya insya Allah akan membuat cerita yang lebih menarik.

TERIMA KASIH SUDAH MENGUNJUNGI :)
semoga bermanfaat...